NAFAS CINTA

10.22.00 Unknown 1 Comments

“ Malam ini langit tampak cerah, goresan bintang mengerjap mengalunkan melodi harmoni, diantara kerlip cahaya tangan ini menengadah penuh pengharapan kepadaMU, dalam untaian menit yang kian berlalu. Akupun teringat akan suatu peristiwa yang telah lalu, semua terputar bagaikan layar tancap yang sering ditampilkan  diujung perempatan desa.

Tanpa terasa air mata menetes diatas sajadah panjang yang kubentangkan di atas ruangan petak, disudut kamar. Akupun mulai mengiba pada-NYA, meminta, dan merayu agar semua termaafkan, agar aku dapat menebus segala kesalahan yang lalu. Beribu dzikir cinta kulafazkan, berjuta do’a kuadukan dengan harap dan cemas agar dikabulkan.

Namaku Fira, aku tinggal di lampung, aku puteri kedua dari bapak Anton, ayahku seorang diriktur salah satu perusahaan garmen , dan ibuku wanita karier yang sibuk denagn bisnisnya. Aku saat  kelas 2 SMA, aku sekolah di sekolah unggulan dan ternama di kotaku. Setiap hari aku dimanjakan dengan berbagai fasilitas, apapun yang kuinginkan semuanya terpenuhi.

Sewaktu SMP aku sempat sekolah dan asrama di pesantren, tapi ketika lulus karna melihat sinetron telivisi tiba-tiba hatiku tergerak untuk masuk ke SMA umum, karna yang aku lihat didalam sinetron itu mereka bisa bebas, menikmati hidup diusia mereka.

Ketika di SMP aku selalu mendapat teman-teman yang mengajak dalam kebaikan, melakukan semua aktivitas dngan teratur, dan di pesantren aku mendapatkan teman-teman terbaik yang aku deklarasikan menjadi sahabatku, ya... mereka adalah Rina, Diah dan Khansa. Kita selalu bersama senang dan duka kita lewati dengan penuh haru.

Beberapa minggu aku pikirkan, kala itu aku kelas 3 SMP dan UAN sekolah akan segera dilaksanakan. Sore itu di mushola sekolah SMP, kami berempat bertemu, kami membahas apa yang akan kami lakukan setelah lulus dari SMP, ternyata ketiga sahabatku memilih melanjutkan di pulau jawa yaitu di pondok pesantren gontor. Dan ketika mereka bertanya.

“ Fira mau kemana kamu setelah lulus ?

Akupun menjawab aku mau masuk ke sekolah umum, “ jawabku.

Kemudian, khansa menjawab, Fir apakah kamu sudah pikirkan ini ? Kamu nggak mau ikut kami ke Jawa ? Ayo kita dapatkan ilmu agama yang baik disana..

“ Dengan rayuan yang begitu hebat mereka membujukku, tapi tak menyurutkan langkahku untuk memilih sekolah umum. Ujian Nasional telah dilaksanakan dan kami dinyatakan lulus, akhirnya mereka pergi kejawa dengan deraian air mata aku melepas mereka di dermaga itu, bakauheni, lampung.

Akupun telah mendaftar di sekolah  yang keren di lampung, Sejak SMP aku memang telah berjilbab lebar, dan ketika masuk SMA, aku tetap sama tidak ada yang berubah, memang di sekolah ada yang berjilbab, tapi tidak banyak dan masih bergaya jilbab pendek dan modis. Di SMA akupun mendapat teman baru dan aku mulai menikmati belajar di SMA umum ternyata berbeda sekali dengan ketika aku di pesantren.

Akupun mendapatlkan sahabat disini, dan kami membuat sebuah geng, yang bernama sakura girls. Mereka ternyata hobi sekali yang namanya belanja dan kesalon, sampai akhirnya karna dibilang cupu dan nggak modis lama-lama aku mengikuti gaya berpakain mereka, jilbabku berubah pendek, aku juga tidak pernah mengaji lagi. Sahabat baruku di SMA bernama Icha, Rini, dan Sari. Setiap sore mereka mengajakku untuk menonton balapan motor, disitulah aku dikenalkan dngan seorang pemuda, yang bernama Roni, dia kelas 2 SMA satu tingkat diatasku.

Sejak pertemuan itu aku dan Roni sering berkomunikasi, dan sampai akhirnya kita bertemu, disuatu pesta yang diadakan oleh Icha yang memperingati ulang tahunnya.Dari sanalah mulai tumbuh rasa yang aneh dalam hati ini ke Roni, akupun bertanya dalam , mungkinkah ini cinta ?

Hari berganti, Ronipun menyatakan kalau dia suka terhadapku, akupun tak bisa menyangkal apa yang aku rasa, dan akhirnya kita jadian, padahal dahulu ketika SMP aku dan sahabat lamaku telah berjanji nggak ada yang namanya pacaran sebelum halal.
Aku dan Roni sering bertemu meski kita  berbeda sekolah, kami sering ke mol, dan mengunjungi tempat-tempat hiburan, hinhgga pada suatu malam kala itu motor yang kami melewati sebuah taman yang sepi namun menarik, kami duduk berdua melihat bintang yang berkelip, entah larut dalam suana Roni tiba-tiba merabaku dan memelukku, akupun tak kuasa untuk menolaknya.

Tapi seketika itu aku teringat janji sejati persahabatan dahulu, dalam hatiku berkata, mengapa ini bisa terjadi. Akupun pulang dengan deraian air mata. Rasa penyesalan kian mendera, hari-hariku menjadi kelabu. Tak ada gairahku untuk melakukan sesuatu, prestasiku disekolahpun kian menurun, aku lebih suka menyendiri di mushola kecil di sekolahku. Hingga suatu hari ketika aku tertidur di mushola, ada mbak cantik berkerudung panjang dan lebar membangunkanku.

“ Adik mengapa kamu tidur disini ? ini sudah masuk waktu sholat asar .”  tanya mbak cantik itu
Aku serentak terbangun, dan berkata maaf, mbak itu tiba-tiba bertanya kepadaku.
Adik kamu sedang ada masalah ya, kau tampak lesu sekali ?

Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku, kemudian mbak itu mengajakku untuk segera bermuhasabah diri, hingga akhirnya aku dikenalkan dngan kegiatan keislaman di sekolahku yang bernama ROHIS, dari sana aku mendapat banyak teman yang selalu rajin dan disiplin untuk beribadah, disana kutemukan dunia yang begitu menyejukan. Prestasikupun kian meningkat dan orang tuaku yang selama ini jarang pulang dan memperhatikanku sekarang berubah, dan cinta itu kembali hadir dalam kehidupanku.

Ternyata, ketika Allah menyapaku segalanya terasa indah, dalam sujud malamku mampu kurasakan bahwa ia dekat. Ketika Allah menyapaku, aku dapat rasakan kesyahduan dalam setiap hembus nafas dan detak jantungku, aku dapat rasakan nikmatnya hidup karena telah KAU tegur aku dengan cintamu.

Ketika Allah menyapaku, aku kenali arti diri, kuselami lautan kehidupan, kuarungi samudra sayang-MU, lalu kurajut benang-benang sapaan dan teguran menjadi sebuah tenunan rinduku pada-MU, karena KAU tegur aku dengan cinta-MU.

Ketika Allah menyapaku, bahwa diriku hanya setitik debu, yang berdosa dan tak berati tanpa cinta dan kasih-MU.

1 komentar: