Sahabat

09.31.00 Unknown 0 Comments

Waktu kian berlalu,menyibak kenangan indah masa-masa bersama orang-orang yang kusayang,  dan semua masih terekam dalam memoriku yang teramat jelas, sejelas mentari yang menyinari bumi . Namaku Saura, kini aku bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta . Sudah 5 Tahun aku berada disini, dengan kehidupan metropolitan dan segala hiruk pikuknya.

Sabtu malam ini ingatanku menerawang teringat kejadian 6 tahun silam. Dahulu ketika masa-masa SMA ketika aku belum mengenal tarbiyah hidupku masih seperti kebanyakan murid perempuan lainnya , bahkan aku sering mengenakan pakaian ketat dan tidak berjilbab. Di SMA aku mempunyai geng, kami menamakan kelompok ini dengan nama azura sweety, terdiri dari diva, fany, lala, mila dan aku. Kemanapun kami selalu bersama. Rata-rata sahabatku adalah anak orang kaya , kecuali lala, dia hanya anak petani musiman, dengan kehidupannya yang sangat sederhana.

Suatu ketika ada turnamen futsal di sekolahku, biasa aku dan keempat sahabatku tak pernah melewatkan kesempatan ini , karena acara ini dihadiri siswa dari sekolah lain di kotaku, Bandar Lampung.
Selesai turnamen aku dan sahabatku berkenalan dengan sekelompok pemuda dari sekolah lain, kami berlima masih kelas 1 SMA , gaya kami yang centil dan manja menjadi sesuatu yang lekat pada diri kami berlima, kecuali Lala, meskipun begitu Lala sangat memahami kami.

Dari sekelompok pemuda itu aku berkenalan dengan salah seorang diantara mereka, ia dia adalah Ali seorang yang sangat jago bermain musik, Semenjak peristiwa disekolah itu, kita berdua selalu berkomunikasi, hingga akhirnya Ali pindah ke Bandung karena orang tuanya dinas di sana.

Ada perasan sedih, tanpa sosok seorang Ali, akhirnya kita berdua memutuskan untuk pacaran jarak jauh. Ketiga sahabatku sangat mendukungku untuk berpacaran dengan Ali, sementara Lala menentang karena diantara kami berlima cuma Lala yang rajin ibadah.
Hampir setiap hari aku dan Ali selalu sms, telpon, BBM-an, dan juga chat untuk berbagi cerita. Bcanda kami lewat udara, membuat hati ini terasa sangat bahagia. Hari berganti hari, bulan ini tepat di tanggal 15 aku berulang tahun, memang tak ada perayan yang istimewa, yang kunanti hanya doa dari orang tua, teman-teman, dan dia yang ada dikejauhan sana.”
“Malam ini aku bertekat untuk tidak tidur, demi menunggunya untuk mengucapkan selamat ulang athun padaku, ya tepat pukul 12 malam dan itu yang paling aku nantikan.

Ternyata pukul 12 telah lewat, tak ada telpon bahkan smspun tak ada, hatiku sangat kecewa.Aku coba untuk bersabar dan menghibur diri mungkin dia letih karena aktivitasnya hingga dia lupa aku ultah hari ini.
Sampai esok hari aku masih menanti, tapi tak ada kabar juga darinya, sahabat-sahabatku yang berusaha untuk menghiburku. Banyak yang memberi kado dan ucapan selamat. Dua hariu kemudian aku coba telepon Ali , tapi ternyata yang mengkat suara perempuan.

“ Halo, Ali sedang apa kamu ?
Maaf ni siapa ya ? ni Dita pacar Ali dari Bandung.

“ Mendengar itu hatiku hancur, tak kusangka Ali mengkhianatiku. Hari-hariku dipenuhi dengan kesedihan, dari keempat sahabatku hanya Lala yang setia menemani dan yang lain asik dengan  dunia mereka sendiri, mereka jalan-jalan, belanja tanpa perduli denganku.

Hanya Lala yang paling setia bersamaku, ia menasehatiku untuk tidak terjebak kedalam dunia seperti itu.
Akhirnya kami berlima naik kekelas 2, nah dari kami berlima, aku dan Lala masuk jurusan IPA, sementara mereka bertiga masuk jurusan Sosial.

Kamipun terpisah, dan sejak itu jarak diantara kami mulai renggang.
Aku dan Lala akhirnya berkenalan dengan Desma dan Wati, mereak berdua mengajak kami untuk bergabung ke organisasi keislaman di sekolah, kami menyebutnya dengan ROHIS, dan kami juga bergabung di KIR sekolah.Semenjak bergabung di ROHIS muncul rasa dari dalam hatiku untuk mengenakan hijab, setelah konsultasi dengan pembina ROHIS akhirnya aku memutuskan untuk berhijab, kehidupanku benar-benar berubah disini. Bukan hanya agama saja yang kami pelajari, tapi tentang karakter, kepribadianpun dibentuk. Semenjak awal semester 1 di Sekolah akupun tak pernah juara, tapi semenjak naik kekelas 2 dan mendapat motivasi terbaik aku bisa masuk 5 besar di kelasku.

Hari-hari kami sangat bahagia, dan bersemangat...

Aku bersyukur Allah berikan cahaya, sempat kutermenung Kuterdiam dalam goresan lembaran-lembaran  penaku, Terjawab sudah setiap kejadian dan peristiwa yang jauh dari lembaran-lembaran suci ayat-ayat Allah.

Hingga saatnya kini aku benar-benar mengerti seperti apa sosok sahabat sejati, yang selalu ada bukan hanya saat kita senang saja, tapi saat kita rapuh ia selalu menemani.
Aku dan Lala bagaikan 2 sisi mata uang yang tak terpisahkan, berbagai kegiatan, olimpiade kita  ikutin, dan kita sering mendapat juara dan juga penghargaan . nama kita semakin di kenal disekolah.

“ Dua minggu lagi akan ada lomba MTQ tingkat kabupaten di Kotaku, pastinya aku dan Lala akan mengikutinya, setiap hari kita belajar untuk mendapat juara dan bisa membawa nama baik sekolah. Hal ini diketahui oleh ketiga sahabatku dulu ketika kelas satu, ternyata tanpa Aku sadari mereka punya niat buruk untuk kita berdua. Mereka iri atas apa yang  kami miliki sekarang. Ketika Aku dan Lala sedang berjalan keluar gerbang, salah satu diantara mereka bertiga mendorong Lala sampai akhirnya Lala tertabrak motor.

Sejak peristiwa itu, hatiku sangat sedih melebihi kesedihanku saat dikhianati ole Ali. Setiap hari aku menjenguk Lala, aku bantu biaya perawatan dia, karena kondisoi orang tuaku cukup berada, dan orang tuaku juga mengizinkan aku untuk membantunya. Lala adalah penyelamatku, dari dialah aku menjadi tak salah langkah, dan aku bahagia bersahabat seperti dirinya.

Kini kami sudah naik ke kelas 3 dan ini sudah masa-masa mendekati Ujian nasional, aku senang karena sebentar lagi aku akan jadi Mahasiswa, hal yang selalu aku bicarakan kepada Lala, tapi aku juga sedih karena Lala akan pindah untuk melanjutkan studi di Surabaya. Aku tak ingin perpisahan ini tapi takdir mengatakan lain. Aku harus tetap disini dan Lala pergi jauh dariku.


Bagiku meski kau jauh hati kita selalu bersama, Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama
Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan .Kita saling melengkapi satu sama lain, meskipun waktu tak berpihak pada kita, tapi aku yakin suatu saat nanti kita akan bersama sampai ke syurgaNYA.

Kini 6 tahun sejak peristiwa indah masalalu, kuteringat kembali, kumencari-cari kabar tentangmu dan berharap ada suatu keajaiban , persahabatan kita yang abadi. Sahabatku aku sangat merindukanmu, terimakasih telah menjadi sosok yang berarti dalam kehidupanku."

0 komentar: