Restu Cinta
Sore itu disuatu perkumpulan kecil di suatu rumah , seperti biasa 5 orang Akhwat dan seorang tutor yang terdiri dari saya sendiri Nayla, kemudian teman-teman saya Dewi, Hani, Mira , dan Susan serta tutor kami tercinta Ustadzah Ana yang akan membahas ajaran agama islam, kami biasa menyebut beliau denagn sebutan Ummi. Perkumpulan kami bernama taklim “ceria” , disebut seperti itu mungkin karena sifat-sifat kami yang selalu ceria . hari ini kelompok kecil kami membahas materi tentang menikah hanya untuk ibadah , tentunya menarik bahasan kali ini ,pasti ada kisah romantisnya. Ujar saya dalam hati. “Acara dimulai pukul 16.00 WIB, seperti biasa susunan acaranya pembukaan , tilawah, tausiah , dan dilanjutkan dengan materi , kami semua sangat antusias dengan materi yang disampaikan tutor kami , inti dari yang beliau sampaikan adalah tujuan utama menikah itu hanya untuk beribadah pada Allah semata , dan melahirkan keturunan yang nantinya akan menjadi mujahid/ mujahidah yang akan memperjuangkan agama yang fitrah ini.
Setelah panjang lebar tutor saya menjelaskan secara gamblang , kami banyak sekali melemparkan pertanyaan seputar pacaran , khitbah sampai pernikahan dan itu semua benar-benar membuat saya dan teman-teman faham .
Waktu telah menunjukan pukul 17.00 WIB , yang artinya taklim ceria kami harus segera ditutup , ya kami menyudahi taklik kami dengan melantunkan do’a penutup majlis , istiqfar dan salam.
Karena sudah sore , dan hampir menjelang magrib kami berpamitan untuk pulang , keempat teman saya pulang duluan karena ustadzah memanggil saya maka saya pulang belakangan .Saya diajak masuk kekamar ustadzah, kala itu suami bliau sedang dinas diluar kota .Saya agak bingung knapa ustadzah memanggil saya , apakah saya ada salah ? ujar dalam hati . “
Ustadzah kemudian memperlihatkan kepada saya foto-foto pernikahannya dengan suami , kemudian selang beberapa menit ustadzah ana bertanya kepada saya , Nayla Usiamu sekarang sudah menginjak 23 tahun , benar demikian ? . Kemudian saya menjawab dengan lirih “benar Ummi, ada apa gerangan Ummi ?
Kemudian ustadzah Ana berkata , “ begini Nayla yang sangat Umi sayangi , semalam teman Ummi mampir kerumah, dan bliau membawa proposal .
Lalu saya bertanya , proposal apa Ummi , proposal kegiatan ya ? Saya menyeletuk bertanya
Bukan Nay , ini tentang pernikahan , Ujar umi.Nayla ada seorang ikhwan yang mengkhitbahmu , apakah kau sudah siap ? Tanya Ummi
“Apa?Saya akan dikhitbah?” seru Nayla tak percaya.
Wajar saja jika Nayla terkejut bukan main.Selama ini tidak ada laki-laki yang benar-benar berta’aruf kepadanya. Nayla memang gadis yang baik , bliau sangat rajin mengaji dan menghapal Alqur’an , selain itu ia juga ramah dan mudah bergaul jadi wajar saja banyak pemuda yang jatuh hati padanya .
Ummi memegang tangan saya dan berkata, dinda kini telah tiba masamu untuk menggenapkan setengah agamamu ,Ikhwan itu seorang dokter Insya Allah dia seorang pemuda yang baik.” kata Ummi dengan mantap. ”Bagaimana Setuju apa tidak?”
Nayla menghela nafas.Terasa sangat berat untuk memberikan keputusan.Kamar itu seakan menghimpitnya untuk memberikan anggukan kepala pertanda setuju kepada ustadzah Ana.
Nayla beristighfar dalam hati.Sulit baginya memutuskan sendiri.Dia butuh Allah sekarang juga.
”Saya harus shalat istikharah dulu, Umi.Besok saya putuskan.” ucapnya kemudian.Ummi berusaha mengerti perasaan Nayla.Ummi sebenarnya sangat menginginkan pernikahan itu karena pemuda itu memang pilihan yang baik , tapi keputusan ada di tangan Nayla. Ummi hanya bisa bertawakkal kepada Allah swt.Sang Penguasa Hati.Kemudian Nayla izin untuk kembali kerumahnya.
***
Sepertiga malam ini Nayla benar-benar berserah diri kepada Allah sepenuhnya. Setelah dua raka’at shalat istikharah, lalu dilanjutkan dengan shalat tahajud dan witir, perasaan Nayla kembali tenang. Ditambah lagi dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menambah sejuk hatinya.
Tanpa disadari, Nayla tertidur di atas sajadah.Masih dengan memakai mukena.Sejenak kemudian dia bermimpi.Mimpi tentang pemuda dan bintang.”Ya Allah, inikah petunjukmu atau bisikan dari syaithon?”
Nayla tidak beranjak dari tempatnya semula. Lidahnya sibuk menyebut asma Allah.Menurutnya, bisa jadi mimpi itu harus ditafsirkan kembali. Tapi Nayla belum sanggup menafsirkannya. Selama ini Nayla baru mempelajari tafsir Al-Qur’an dan Hadits.Belum sampai pada tingkatan yang lebih tinggi.
Dan Nayla masih terbayang – baying dengan sosok yang ada dalam mimpinya .Dalam hati kecilnya, ada desir halus yang susah diartikan maknanya. Apakah benar dirinya merindukan sosok seperti Ali bin Abi Thalib?
***
Dan akhirnya selang waktu dua hari terjadi pertemuan dirumah ustadzah Ana , sebuah rombongan dengan mengendarai sebuah mobil berwarna putih. kemarin Teman Ummi langsung menelepon untuk mengundang keluarga ikhwan tersebut dalam rangka silaturrahmi, sekaligus membicarakan hal penting mengenai khitbah pada Nayla.Uktuk pertama kalinya Nayla menatap seorang pria dengan jarak yang dekat. Ikhwan itu bernama Zakaria , Ia adalah seorang dokter yang profesional , ia memiliki postur tubuh ideal dan berkulit putih . Ikhwan tersebut mengenal Nayla karena pernah melihatnya di acara sosial lima bulan yang lalu , dan kemudiah menceritakan perihal tersebut kepada murobbinya yang merupakan teman dari ustadzah Ana.
Prosesi khitbah berjalan baik , ternyata diam-diam nayla juga menyukai ikhwan tersebut , sebaliknya Ikhwan tersebut juga telah memantapkan hatinya pada Nayla karena melihat kecantikan hati yang terpancar dalam perilakunya.
Saat ini hati Nayla berbunga-bunga , dengan penuh Syukur kepada Allah akhirnya tambatan hatinya berlabuh kepada seorang ikhwan bernama zakaria.
Prosesi khitbah telah berlangsung setengah bulan lamanya , Nayla tetap menjalankan profesinya sebagai pengajar di sekolah madharasah , begitupun dengan Zakaria yang sibuk dengan pasien-pasiennya.
Kini telah genap satu bulan khitbah itu , ketika itu sore hari ketika Nayla ingin pergi taklim seperti biasanya , HP nya berdering, lalu terjadi percakapan Via seluler,
Assalamualaikum
Waalaikumsalam,
ukhti maaf mengganggu ada yang mau ane sampaikan bahwa ke ukhti bahwa ane harus pergi kegaza, memberikan pertolongan perawatan medis untuk korban penyerangan Israel, Insyaallah ane hanya sebulan saja disana , dan akan segera kembali untuk meminang ukhti.
Iya akhi saya ikhlas akhi berangkat demi jihad ,mereka sangat membutuhkan bantuanmu , saya rela untuk menunda pernikahan kita , bila kita berjodoh pasti Allah akan satukan kita .
Iya terimakasih Ukhti atas pengertian dan kesabaranmu , baiklah ukhti saya pamit assalamualaikum.
Waalaikumsalam..
***
Zakaria berangkat menuju Palestina, Ia selalu berdo’a agar kelak dapat bersatu dengan Nayla sosok akhwat yang begitu sempurna dimatanya , butiran-butiran rindu , dzikir ia lantunkan agar cinta itu direstui Illahi.
Akhirnya sampailah zakaria di Palestina ia merawat pasien-pasien korban dari kebrutalan Israel.Kini sudah hampir genap satu bulan ia menjalankan tugasnya di palestina .disaat menyelesaikan tugasnya dalam beberapa pekan,gaza kembali diserang,yg mengkibatkan orang-orang didalam gaza tidak bisa keluar dari gaza sehingga ia tertahan lebih lama lagi di gaza,ia pun kembali larut menjalani aktifitasnya.
Sore itu tepatnya pukul 15.00 WIB , ada suara dering dari HP nya, kemudia ia angkat , ternyata itu telpon dari Indonesia. Telpon itu dari abi gufron murobbi dokter zakaria beliau mengabarkan bahwa Nayla sedang sakit kritis , Nayla sangat membutuhkan kehadiran nya.
dalam kondisi yg sangat tidak memungkinkan bagi Zakaria ,ia hanya bisa berdoa untuk kesembuhan muslimah yang sangat ia cintai itu.
Keesokan harinya HP kembali berdering , dan yang menelpon adalah orang tua zakaria yang mengabarkan bahwa nyawa Nayla tidak tertolong lagi. Hati zakaria begitu hancur mendengar hal tersebut , muslimah yang begitu ia cintai telah terlebih dahulu mendahuluinya , dan ia hanya berdo’a , dengan air mata yang terus menetes , Ya Allah semoga penantian ini akan menjadi catatan terindah , bersamaMU , engkaulah pemilik seluruh isi di muka bumi ini kuserahkan semua padaMu , mungkin ini yang terbaik untukku dan untuknya .


0 komentar: